Pemenang SANFFEST 2025
Iman dan Imam
- Film Cerita Terbaik
- Penyutradaraan Terbaik
- Penata Suara Terbaik
- Penata Busana dan Rias Terbaik
Ilham (24), seorang santri dengan bakat tersembunyi sebagai musisi, terus menerus berada dalam konflik dengan ibunya, Bu Zaenab (50). Ilham merasa bersalah karena kegemarannya bermusik dianggap mencoreng citra almarhum ayahnya, Haji Burhan, yang merupakan imam masjid di desa tersebut. Bu Zaenab khawatir dengan stigma sosial dan terus mendesak Ilham untuk menjauhi gitarnya, percaya bahwa musik hanyalah "dunia" yang mengotori iman. Kematian sang ayah menjadi titik balik. Masjid desa menjadi sepi karena tidak ada yang mau menjadi imam, bahkan Muadzin Pak Tohir dan Mamat saling menghindar. Ilham yang menyadari kondisi ini, bertekad untuk meramaikan kembali masjid dengan ide "liar"nya. Setelah kehilangan uang kotak amal, Ilham mengambil keputusan ekstrem: mengorbankan seluruh tabungannya sebesar 5 juta rupiah sebagai modal. Dengan dana pribadi dan dibantu tim kecil yang terdiri dari Pak Tohir, Mamat, ahli kelistrikan Ibrahim, dan konten kreator Sofwan, Ilham memimpin gotong royong membenahi masjid. Mereka mengubah masjid menjadi tempat yang modern, terang benderang, dan nyaman untuk berkumpul. Momen klimaks terjadi saat Sholat Maghrib. Ilham maju menjadi imam, dan lantunan Surah Al-Fatihah yang dibacakannya dengan suara sangat merdu berhasil memukau Bu Zaenab dan seluruh jamaah. Suara itu bahkan menarik perhatian warga sekitar. Sofwan dengan cepat mempromosikan masjid yang kini memiliki fasilitas gratis, termasuk WiFi dan tempat musik. Warga, dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda dan anak-anak, mulai berdatangan. Ilham akhirnya membuktikan bahwa bakat dan hobinya tidak harus ditinggalkan; sebaliknya, nada-nada ini dapat menjadi bahasa indah untuk berdakwah, memanggil hati yang sunyi untuk kembali mendekat pada Tuhan. Bu Zaenab pun melihat dengan bangga saat Ilham bermain gitar dan hadrah, berhasil menjalankan wasiat ayahnya dan meramaikan masjid dengan caranya sendiri. TAMAT.
- Pesantren
- Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo
- Kredit
- Alvananta Farhan Maulana Sebagai Sutradara dan Penata Gambar Muhammad Zaini Sulaiman Sebagai Penulis Naskah dan Editor Wahyu Achmad Arief Putra Sebagai Penata Cahaya